Kamis, 02 Desember 2010

Porositas Batupasir

Porositas Batupasir dan Parameter Empiris yang Berpengaruh

I Wayan Warmada
Lab. Bahan Galian, Jurusan Teknik Geologi, FT UGM

Pendahuluan

Batupasir merupakan salah satu dari batuan sedimen klastik yang mempunyai porositas cukup baik dan biasanya berfungsi sebagai reservoir atau akuifer. Penelitian mengenai batupasir secara kuantitatif masih jarang dilakukan, terutama yang berkaitan dengan porositas dan permeabilitas. Keterkaitan antara hasil pengamatan petrografis batupasir dan porositas ataupun permeabilitas masih sedikit dilakukan.
Prediksi porositas dari suatu batupasir melalui pengamatan petrografis secara akurat dapat dilakukan dengan melakukan pendekatan empiris. Batupasir memiliki beberapa kenampakan fisik yang dapat dibedakan dari batupasir jenis yang lainnya, yaitu struktur, tekstur dan komposisi. Dari kenampakan fisik ini kemudian dapat dirinci menjadi beberapa parameter empiris batupasir. Dengan mengetahui parameter-parameter batupasir tersebut, suatu simulasi komputer dapat dilakukan.
Pada tulisan ini akan diuraikan mengenai beberapa parameter batupasir yang berkaitan dengan porositas. Dari tulisan ini diharapkan penelitian-penelitian secara kuantitatif dapat dikembangkan untuk bidang-bidang geologi yang lain.

Parameter empiris batupasir

Pada batuan sedimen klastik, parameter yang dapat diamati berupa tekstur, struktur, kandungan fosil dan komposisi mineral. Boggs (1987) menyatakan bahwa tekstur batuan klastik dihasilkan oleh proses fisika sedimentasi dan dianggap mencakup ukuran butir, bentuk butir (bentuk, pembundaran dan tekstur permukaan), dan kemas (orientasi butir dan hubungan antar butir). Hubungan antar tekstur primer ini menghasilkan parameter-paremeter yang lain seperti bulk density, porositas dan permeabilitas. Sedangkan Folk (1974) menyebutkan bahwa ada 2 sifat-sifat batuan sedimen yang besarannya dapat diukur, yaitu ukuran butir (rata-rata, sortasi, kemencengan/skewness, dan kurtosis) dan morfologi partikel (bentuk butir, pembulatan, pembundaran, dan tekstur permukaan butiran).

Batupasir merupakan batuan sedimen klastik yang dominan butirannya berukuran pasir. Seperti halnya batuan sedimen klastik yang lain, parameter yang dapat diamati pada batupasir adalah tekstur, struktur dan komposisi mineral. Dari ketiga parameter tersebut dapat diturunkan beberapa parameter yang dapat diukur, yang nantinya dianggap sebagai parameter empiris batupasir.
Dari tekstur batupasir dapat diturunkan beberapa parameter empiris, yaitu ukuran butir, bentuk butir (pembundaran dan pembulatan), dan sortasi. Sedangkan dari struktur sedimen dapat diturunkan parameter-parameter empiris, misalnya arah perlapisan silang siur, arah orientasi butir, dll. Dan dari komposisi mineral dapat diturunkan beberapa parameter empiris batupasir, yaitu persen butiran keras (rigid grain), butiran lunak (ductile grain) dan matrik. Di samping beberapa parameter di atas juga terdapat parameter yang berhubungan dengan parameter-parameter tersebut, yaitu bulk density, porositas dan permeabilitas.

Porositas batupasir

Pori merupakan ruang di dalam batuan; yang selalu terisi oleh fluida, seperti udara, air tawar/asin, minyak atau gas bumi. Porositas suatu batuan sangat penting dalam eksplorasi dan eksploitasi baik dalam bidang perminyakan maupun dalam bidang air tanah. Hal ini karena porositas merupakan variabel utama untuk menentukan besarnya cadangan fluida yang terdapat dalam suatu massa batuan.
Porositas batupasir dihasilkan dari sekumpulan proses-proses geologi yang berpengaruh terhadap proses sedimentasi. Proses-proses ini dapat dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu proses pada saat pengendapan dan proses setelah pengendapan. Kontrol pada saat pengendapan menyangkut tekstur batupasir (ukuran butir dan sortasi). Proses setelah pengendapan yang berpengaruh terhadap porositas diakibatkan oleh pengaruh fisika dan kimia, yang merupakan fungsi dari temperatur, tekanan efektif dan waktu (Bloch, 1991).
Beard dan Weyl (1973) menyatakan bahwa porositas sangat kecil dipengaruhi oleh perubahan dalam ukuran butir dengan sortasi yang sama, tetapi porositas bervariasi terhadap sortasi. Penurunan porositas dari 42,4 % pada pasir bersortasi baik sampai 27,9 % pada pasir yang bersortasi sangat jelek. Sedangkan Graton dan Fraser (1935 dalam Beard & Weyl, 1973) menemukan bahwa pengepakan bola sangat kuat hingga berbentuk rhombohedral diperoleh porositas sebesar 26 % dan pengepakan berbentuk kubus diperoleh porositas 47,6 %. Tetapi di alam pengepakan butiran tidak berbentuk kubus maupun rhombohedral.
Selanjutnya Scherer (1987) menyatakan bahwa parameter yang paling penting yang berpengaruh terhadap porositas adalah umur, mineralogi (kandungan butiran kuarsa), sortasi dan kedalaman terpendam maksimum.

Parameter geologi yang mengontrol porositas

Komposisi butiran mempengaruhi sifat-sifat kimia dan mekanika batupasir. Hal ini akan berpengaruh terhadap porositas selama periode setelah pengendapan dari evolusi batupasir (Bloch, 1991). Scherer (1987) menggunakan kelimpahan butiran kuarsa (termasuk di dalamnya kuarsa mono- dan polikristalin dan fragmen batuan yang tersusun dominan oleh kuarsa) sebagai parameter dalam modelnya.
Porositas tidak dipengaruhi oleh ukuran butir tetapi merupakan fungsi dari sortasi. Porositas berkurang secara progresif dari pasir bersortasi sangat baik sampai pasir yang bersortasi sangat jelek. Selanjutnya Scherer (1987) juga menyatakan bahwa median ukuran butir tidak dapat dijadikan parameter untuk memprediksi porositas. Hubungan antara porositas dan ukuran butir pada batupasir arkose dan lithic arkose (Lapangan Yacheng) lemah dengan R = 0,42 (Bloch, 1991). Dari penelitian tersebut diperoleh persamaan sebagai berikut :
Porositas = -6,1 + 9,8 (1/sortasi) + 0,17 (% butiran keras)
dengan sortasi diukur berdasarkan koefisien sortasi Trask.
Nilai koefisien regresi dari model ini secara statistik signifikan dengan prob > F = 0,0001 (Scherer, 1987). Model ini juga mempunyai nilai koefisien determinasi relatif tinggi R2 = 0,75).

Studi kasus

Data untuk studi kasus tulisan ini diambil dari penelitian geologi yang dilakukan oleh Prayogo (1993), yaitu satuan batupasir tufan daerah Kragilan, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Deskripsi batuan

Satuan batupasir tufan terdiri dari perulangan gradasi normal dari breksi polimik ke batupasir tufan dan laminasi batupasir. Perulangan ini dijumpai sampai di bagian tengah satuan batupasir, sedangkan di bagian atas perulangannya ditambah dengan lapisan bergelombang. Tebal satuan ini sekitar 275 m.
Batupasir tufan mempunyai warna abu-abu, dengan warna lapuk merah kecoklatan, dijumpai adanya retakan-retakan yang relatif tegak lurus perlapisan, yang terisi oleh kalsit. Secara petrografis batupasir ini mempunyai ukuran butir 0,05 sampai 0,2 mm, sortasi jelek, kemas terbuka, dan bentuk butir menyudut sampai membulat tanggung. Tersusun oleh fragmen batuan (4 %), mineral opak (12 %), kuarsa (9 %), plagioklas (24 %), hornblende (9 %), piroksen (11 %), matrik berupa tuf (15 %) dan mineral lempung (16 %). Berdasarkan persentase komposisi ini maka batupasir tufan dapat diklasifikasikan sebagai feldspatic graywacke (Pettijohn, 1975).
Umur dari satuan ini adalah Miosen Tengah bagian bawah - tengah (N10 - N12) atau setara dengan 12 - 16 juta tahun. Satuan ini diendapkan pada lingkungan laut terbuka dengan kedalaman sekitar 1000 m, yang diendapkan dengan mekanisme arus turbid.

Hasil pengolahan data

Gambar 1. Grafik hubungan antara porositas dengan parameter empiris batupasir
Hasil perhitungan statistik diperoleh bahwa hubungan porositas dengan parameter batupasir adalah : Y = 13,06X1 - 1,333XS2 + 40,43X3 + 37,814X4 - 29,39; dengan Deskriminan (R2) = 0,924.

Daftar Bacaan

  • Bloch, S., 1991, Empirical Prediction of Porosity and Permeability in Sandstones, AAPG Bulletin, v.75, p.1145-1160.
  • Beard, D. A. and P. K. Weyl, 1973, Influence of Texture on Porosity and Permeability of Unconsolidated Sand; AAPG Bulletin, v.57, p.349-369.
  • Boggs, S. Jr., 1987, Principles of Sedimentology and Stratigraphy, Merrill Publishing Co., London.
  • Folk, R. L., 1974, Petrology of Sedimentary Rocks, Hemphill Publishing Co., Texas.
  • McLane, M., 1995, Sedimentology, Oxford University Press, New York.
  • Prayogo, T., 1993, Geologi Daerah Pijiharjo dan Sekitarnya Serta Penentuan Porositas Satuan Batupasir Tufan di Daerah Kragilan, Kec. Wuryantoro, Kab. Wonogiri, Jawa Tengah, Tugas Akhir Tipe I, Jurusan Teknik Geologi, FT UGM (tidak dipublikasikan).
  • Scherer, M., 1987, Parameter Influencing Porosity in Sandstones : A Model for Sandstone Porosity Prediction, AAPG Bulletin v.71, p.485-491.
  • Schmoker, J. W. and D. L. Gautier, 1988, Sandstone Porosity as A Function of Thermal Maturity, Geology, v.16, p.1007-1010.

Lampiran :

DATA HASIL PENGUKURAN PARAMETER BATUPASIR Satuan batupasir tufan, Daerah Kragilan, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

POROUS  SIZE  SORTING ROUND SPHERIS SORT1

14.482  0.279  1.782  0.723  0.357  0.561
 9.245  0.247  2.478  0.670  0.310  0.404
14.992  0.282  1.766  0.731  0.364  0.566
12.320  0.264  2.174  0.697  0.326  0.460
14.322  0.278  1.820  0.722  0.356  0.549
13.264  0.270  2.019  0.712  0.341  0.495
11.840  0.261  2.225  0.692  0.323  0.449
13.194  0.270  2.062  0.712  0.340  0.485
12.187  0.263  2.204  0.693  0.326  0.454
10.330  0.260  2.328  0.688  0.312  0.430
 9.962  0.259  2.340  0.685  0.312  0.427
14.966  0.282  1.766  0.724  0.361  0.566
10.658  0.261  2.280  0.691  0.318  0.439
13.117  0.267  2.062  0.709  0.340  0.485
12.508  0.267  2.106  0.704  0.336  0.475
12.342  0.266  2.174  0.703  0.336  0.460
10.931  0.261  2.258  0.692  0.323  0.443
14.216  0.278  1.820  0.719  0.352  0.549
 9.289  0.247  2.404  0.673  0.311  0.416
12.831  0.267  2.082  0.704  0.336  0.480
10.352  0.260  2.328  0.691  0.318  0.430
13.658  0.274  1.987  0.716  0.349  0.503
13.304  0.271  2.019  0.713  0.345  0.495
13.601  0.274  1.946  0.715  0.349  0.514
13.889  0.277  1.837  0.719  0.352  0.544
 9.910  0.259  2.340  0.674  0.312  0.427
13.512  0.271  1.981  0.714  0.346  0.505
13.089  0.267  2.062  0.705  0.338  0.485
14.514  0.280  1.782  0.724  0.361  0.561
13.420  0.272  2.000  0.713  0.345  0.500

Sumber : Prayogo (1993)
Read more »

POROSITAS BERBAGAI JENIS BATUAN

Porositas adalah suatu pengukuran ruang kosong dalam material, dan yang diukur dalam bentuk pecahan antara 0 dan 1, atau dalam persentase antara 0-100%. Istilah porositas digunakan di berbagai bidang termasuk bidang manufaktur, ilmu bumi, dan ilmu bangunan. Porositas dari medium yang berpori (seperti batuan atau sedimen) menyatakan bagian ruang kosong dalam material, dimana ruang kosong itu dapat berisi udara atau air, yang didefinisikan sebagai perbandingan antara volume ruang kosong (seperti fluida) atau VV dan volume total atau volume bulk dari material, yaitu volume material dan ruang kosongnya (VT) .
Besarnya porositas berkisar antara 0 dan 1, pada umumnya berkisar antara kurang dari 0,01 untuk granit padat hingga lebih dari 0,5 untuk gambut dan lempung. Nilai tersebut juga dinyatakan dalam % yaitu dengan mengalikannya dengan 100%.

Porositas batuan atau lapisan sedimen sangat penting untuk diteliti yaitu untuk menentukan volume air atau hidrokarbon yang mungkin terkandung di dalamnya. Menentukan porositas sedimen merupakan hal yang kompleks karena adanya banyak faktor seperti lamanya penguburan, kedalaman penguburan, sifat fluida, sifat lapisan sedimen yang menghalangi gerakan fluida.

Porositas dan Konduktivitas Hidrolik
Porositas secara tidak langsung berhubungan dengan konduktifitas hidrolik, untuk aquifer yang berpasir dengan porositas yang lebih tinggi akan memiliki konduktifitas hidrolik yang lebih tinggi (lebih banyak daerah yang terbuka untuk air mengalir), tetapi hubungan antara konduktifitas hidrolik dan porositas ini sangat kompleks karena kenyataannya tanah liat yang memiliki konduktifitas hidrolik yang sangat rendah ternyata memiliki porositas yang sangat tinggi.

Penyortiran dan Porositas
Pengaruh penyortiran pada porositas tanah endapan (lumpur),Material dengan sortiran baik (hampir seluruh butiran memilki ukuran yang sama) memilki porositas yang lebih tinggi dari material dengan ukuran sama namun tidak tersortir dengan baik (sortiran buruk). Pada sortiran buruk, butiran-butiran kecil dengan mudah mengisi pori, otomatis sangat mengurangi porositas dan konduktifitas hidrolik.

Porositas Batuan
Batuan seperti batupasir, serpih, granit, atau batu gamping kemungkinan besar memiliki porositas ganda yang lebih kompleks jika dibandingkan dengan tanah endapan. Batu sendiri dapat memiliki porositas yang rendah, dan retakannya dapat membentuk porositas yang lebih tinggi.

Porositas Tanah
Porositas permukaan tanah pada umumnya berkurang dengan bertambahnya ukuran partikel. Porositas tanah pada lapisan bawah permukaan bumi lebih rendah daripada tanah di permukaan disebabkan tekanan oleh gravitasi. Porositas sebesar 0,20 dianggap normal untuk material sebesar kerikil yang tidak tersortir pada kedalaman di bawah biomantel.

Macam-macam Porositas Geologi
1. Porositas primer : sistem porositas utama atau porositas asli dalam sebuah batuan atau tanah endapan.
2. Porositas sekunder :sistem porositas terpisah dalam sebuah batuan dan seringkali meningkatkan keseluruhan porositas batuan
3. Porositas pecahan: porositas ini dihubungkan jaringan yang pecah. Pecahan ini dapat menciptakan porositas sekunder dalam batuan.
4. Porositas Vuggy : porositas sekunder yang dihasilkan oleh makrofosil yang telah menjadi batuan karbonat yang memiliki lubang-lubang yang besar.
5. Porositas Efektif : juga disebut porositas terbuka adalah perbandingan antara volume total dimana fluida yang mengalir menempati (terjebak dalam) volume ini secara efektif. Porositas ini sangat penting untuk aliran air bawah tanah (groundwater) dan minyak.
6. Porositas ganda : terjadi karena adanya dua reservoir yang saling tumpang tindih dan berinteraksi satu sama lain. Contohnya pada lapisan batu yang terpecah.
7. Makropori : pori yang memiliki diameter lebih dari 50 nm. Aliran yang melalui makropori dinamakan difusi bulk.
8. Mesopori : pori dengan diameter lebih dari 2 nm dan kurang dari 50 nm. Aliran melalui mesopori disebut difusi knudsen
9. Mikropori : pori dengan diameter kurang dari 2 nm. Aliran melalui mikropori disebut difusi aktifPengukuran Porositas
Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengukur porositas, yaitu metode volum/densitas (volum pori =volume total–volume material), metode penjenuhan air (volum pori=volume total air–air tidak jenuh), metode penguapan air (volume pori dalam satuan sentimeter kubik = massa sampel yang dijenuhkan dalam satuan gram–massa sampel yang telah dikeringkan dalam satuan gram), porosimetri gangguan raksa (beberapa tehnik gangguan non-merkuri telah dikembangkan pada masalah toksikologi), dan adsorpsi gas nitrogen (embun dari gas nitrogen dalam pori diukur dengan volum atau massa)
Read more »

tana toraja


Read more »

Kord Gitar Bondan Prakoso & Fade 2 Black - Ya Sudahlah

Lirik, Kunci gitar, Chords Gitar, Kord Gitar Bondan Prakoso & Fade 2 Black - Ya Sudahlah :

A                E
ketika mimpimu yang begitu indah
Bm F#m
tak pernah terwujud ya sudahlah
A E
saat kau berlari mengejar anganmu
Bm F#m E
dan tak pernah sampai ya sudahlah

[chorus]
A E
apapun yang terjadi
Bm F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A E
janganlah kau bersedih
Bm F#m E
cause everythings gonna be ok

A
satu dari sekian kemungkinan
E
kau jatuh tanpa ada harapan
Bm
saat itu raga kupersembahkan
F#m
bersama jiwa cita-cita dan harapan

A
kita sambung satu persatu sebab akibat
E
tapi tenanglah mata hati kita kan lihat
Bm
menuntun ke arah mata angin bahagia
F#m
kau dan aku tahu jalan selalu ada

A
juga ku tahu lagi problema kan terus menerjang
E
bagai deras ombak yang menabrak karang
Bm
namun ku tahu ku tahu kau mampu tuk tetap tenang
F#m E
hadapi bersamaku hingga akhir datang

A E
saat kau berharap keramahan cinta
Bm F#m
tak pernah kau dapat ya sudahlah yeah
A E
dengar ku bernyanyi lalalalala heyeyeyeyeyayaya
Bm F#m E
dedum dedudedadedudidam semua ini belum beakhir

[chorus]
A E
apapun yang terjadi
Bm F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A E
janganlah kau bersedih
Bm F#m E
cause everythings gonna be ok

D
satu kan langkah langkah yang beriring
E
genggam hati rangkul emosi
F#m C#m
genggamlah hatiku satukan langkah kita
D
sama rasa tanpa pamrih
E
ini cinta across the sea
F#m C#m
peluklah diriku terbang bersamaku
D E
melayang jauhh.. woo..woo.. yeeahhh.. (come fly with me, baby)


A
ini aku dari ujung rambut menyusur jemari
E
sosok ini yg menerima kelemahan hati
Bm
yea..aku cinta kau.. ini cinta kita
F#m
cukup satu waktu yes untuk satu cinta

A
satu cinta ini akan tuntun jalanku
E
rapatkan jiwamu yo tenang disisiku
Bm
rebahkan rasamu untuk yg ditunggu
F#m E
bahagia hingga ujung waktu

[chorus]
A E
apapun yang terjadi
Bm F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A E
janganlah kau bersedih
Bm F#m E
cause everythings gonna be ok

A E
apapun yang terjadi
Bm F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A E
janganlah kau bersedih
Bm F#m E
cause everythings gonna be ok

A E
apapun yang terjadi
Bm F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A E
janganlah kau bersedih
Bm F#m E A
cause everythings gonna be ok
Read more »

Menambah Elemen Header

Menambah Elemen Header

Kali ini fhian akan menjelaskan cara Menambah Elemen Header pada template anda. Dengan Menambah Elemen Header maka anda mempunyai tambahan header lagi yang bisa anda gunakan untuk iklan anda, banner atau apapun yang anda inginkan.

Cara pembuatannya tidak sulit, tapi perlu ketelitian dalam menempatkan script. Untuk itu backup terlebih dahulu template anda sebelum mengedit nya.
Langsung saja sekarang anda ikuti panduan Menambah Elemen Header dibawah ini.

Langkah-langkahnya:

1. Akses Blogspot anda

2. Klik Tata Letak

3. Edit HTML

4. Beri contreng pada Expand Templat Widget

5. Cari script dibawah ini. (Untuk mempermudah pencarian script bagi anda yang menggunakan mozilla firefox cukup tekan ctrl+f dan masukkan scrip dibawah ini pada Find yang berada di kiri bawah diatas menu start)

<div id="'header-wrapper'">



Sehingga anda akan menemukan script seperti dibawah ini

<div id="'header-wrapper'">
<b:section class="'header'" id="'header'" maxwidgets="'1'" showaddelement="'no'">
<b:widget id="'Header1'" locked="'true'" title="'MARCELLINO" type="'Header'">
<b:includable id="'main'">



6. Ganti script yang fhian beri warna merah ditas menjadi seperti dibawah ini

<b:section class="'header'" id="'header'" maxwidgets="'3'" showaddelement="'yes'">


7. Kemudian cari script dibawah ini

<b:section class="'main'" id="'main'" showaddelement="'no'">


Untuk mempermudah pencarian anda cukup mengcopy <b:section class="main" pada find. Setelah anda menemukannya lalu ubah menjadi

<b:section class='main' id='main' showaddelement='yes'>


8. Save Template anda

Sekarang klik Tata Letak dan lihat pada header terdapat gadget baru untuk menambah header.
Read more »

Rabu, 01 Desember 2010

top 10 awards

top 10
Read more »

Cara Membuat Menu Horizontal pada Blog

Horizontal pada Blog

Cara Membuat Menu Horizontal pada Blog

Cara Membuat Menu Horizontal ini fhian posting sebagai jawaban dari pertanyaan salah satu penggunjung Blog fhian yang menanyakan bagaimana cara membuat menu Home, Profile,Info Berita seperti menu yang ada di Blog  ini.

Biasanya pertanyaan menggenai Tutorial Blog ini
fhian jawab melalui email, tetapi untuk mempermudah maka kali ini fhian posting di Blog ini.

Karena
fhian akan menerangkannya dengan menggunakan Bahasa Indonesia, Maka ubahlah terlebih dahulu bahasa yang digunakan ke Bahasa Indonesia

Berikut Contoh Menu Horizontal yang sudah
fhian buat dan siap anda gunakan.

menu horizontal
Contoh Menu Berdasarkan Warna

Link Menu:
Kuning: http://sites.google.com/site/marcellinoagatha/javascript/kuning.gif
Ungu: http://sites.google.com/site/marcellinoagatha/javascript/ungu.gif
Merah: http://sites.google.com/site/marcellinoagatha/javascript/merah.gif
Hijau: http://sites.google.com/site/marcellinoagatha/javascript/hijau.gif
Hitam: http://sites.google.com/site/marcellinoagatha/javascript/hitam.gif
Coklat: http://sites.google.com/site/marcellinoagatha/javascript/coklat.gif
BiruMuda: http://sites.google.com/site/marcellinoagatha/javascript/biru-muda.gif
BiruTua: http://sites.google.com/site/marcellinoagatha/javascript/biru.gif
Abu-abu: http://sites.google.com/site/marcellinoagatha/javascript/abu-abu.gif

Sebelumnya pastikan setiap artikel anda sudah di buat label (dikelompokkan)
Ok...langsung saja, Berikut langkah-langkah Cara Membuat Menu Horizontal pada Blog:

1. Login ke blogger anda
2. Klik Tata Letak
3. Klik Edit HTML dan backup terlebih dahulu template anda
4. Beri tanda centang pada kotak "Expand Widget Templates".
5. Cari script seperti ini ]]></b:skin>
Untuk mempermudah pencarian, pada keyboard tekan CTRL dan F, lalu masukkan code yang dicari ]]></b:skin> pada kolom cari atau find.
Letakkan script di bawah ini diatas ]]></b:skin>

#tabshori {
float:left;
width:100%;
font-size:13px;
border-bottom:1px solid #2763A5;
line-height:normal;
}
#tabshori ul {
margin:0;
padding:10px 10px 0 50px;
list-style:none;
}
#tabshori li {
display:inline;
margin:0;
padding:0;
}
#tabshori a {
float:left;
background: url("http://sites.google.com/site/marcellinoagatha/javascript/kuning.gif") no-repeat left top;
margin:0;
padding:0 0 0 4px;
text-decoration:none;
}
#tabshori a span {
float:left;
display:block;
background: url("http://sites.google.com/site/marcellinoagatha/javascript/kuning.gif") no-repeat right top;
padding:5px 14px 4px 4px;
color:#fff;
}
/* Commented Backslash Hack hides rule from IE5-Mac \*/
#tabshori a span {float:none;}
/* End IE5-Mac hack */
#tabshori a:hover {
background-position:0% -42px;
}
#tabshori a:hover span {
background-position:100% -42px;
}

6. Teks yang M.A beri warna merah adalah Link Menu untuk menu warna kuning.
Ganti Link teks yang berwarna merah dengan warna Link menu yang anda sukai.

7. Copy script dibwah ini di atas atau di bawah code <div id="content-wrapper">.
Jika code tidak ketemu, untuk mempermudah pencarian pada kolom cari atau find cukup anda ketikkan <div id=
Jika sudah ketemu lalu letakkan script dibawah ini diatas atau dibawah code <div id="content-wrapper">.


<div id="tabshori">
<ul>
<li><a href="http://marcellinoagatha.blogspot.com"><span>Home</span></a></li>
<li><a href="http://marcellinoagatha.blogspot.com/search/label/Info%20Berita"><span>
Info Berita</span></a></li>
<li><a href="http://marcellinoagatha.blogspot.com/search/label/Tips-trik%20Blog"><span>
Tips-trik Blog </span></a></li>
<li><a href="http://marcellinoagatha.blogspot.com/search/label/Komputer"><span>
Komputer</span></a></li>
<li><a href="http://marcellinoagatha.blogspot.com/search/label/Selluler"><span>Selluler</span></a></li>
</ul>
</div >

Ganti teks yang berwarna merah diatas dengan link artikel blog anda atau bisa juga link Blog  :D.
Mungkin anda yang pernah mencoba tutorial blog membuat menu horizontal dari blog lain pasti menemukan script diatas di letakkan di atas code <div id="content-wrapper">. Tetapi sebenar nya meletakkan script code <div id="content-wrapper"> dibawah itu bisa dan hasilnya seperti contoh di BLOG fhian ini.

Tinggal anda coba saja ingin meletakkan nya diatas atau di bawah tergantung dari template yang anda gunakan.

8. Klik Pratinjau. Jika sudah yakin baru anda klik Simpan Template
Read more »

 
Powered by Blogger